Opini

Cara Melupakan Dunia

majas Diterbitkan 17:30
Ilustrasi by Open
Ukuran Teks:

Majas.id – Ada masa ketika melupakan seseorang terasa lebih sulit daripada melupakan dunia. Cinta itu sudah kandas, selesai, bahkan tak ada lagi yang perlu dibicarakan.

Namun kenangan punya cara sendiri untuk datang tanpa mengetuk pintu. Ia bisa muncul dari lagu yang kebetulan terdengar, dari jalan yang pernah dilewati berdua, atau sekadar dari nama yang tiba-tiba lewat di kepala ketika kita sedang tidak memikirkan apa-apa.

Barangkali cara melupakan dunia bukan dengan memaksa diri untuk lupa. Sebab semakin keras kita berkata, “Aku harus melupakan,” semakin rajin ingatan mencari celah.

Biarkan saja yang pernah terjadi menjadi bagian dari hidup, tanpa harus terus diberi tempat di masa depan. Cinta yang selesai tak harus dibenci agar benar-benar berakhir. Ada hal-hal yang cukup dikenang sebentar, lalu diletakkan kembali di tempatnya.

Yang paling sulit memang tengah malam. Ketika suara manusia mulai hilang, ponsel tak lagi ramai, dan langit makin meninggi di atas kepala. Pada jam seperti itu, masa lalu sering terasa lebih dekat daripada kenyataan.

Kita tiba-tiba ingat cara dia tertawa, kalimat kecil yang dulu dianggap biasa, bahkan diam yang pernah terasa nyaman. Tetapi malam juga mengajarkan satu hal: tidak semua yang datang ke ingatan harus kembali ke kehidupan.

Jadi, kalau ingin melupakan dunia, mungkin mulailah dengan tidak lagi mengejar apa yang sudah pergi. Bangun pagi, buat kopi, kerjakan sesuatu, tertawa dengan orang lain, pulang ketika hari mulai lelah.

Pelan-pelan kita akan sadar bahwa hidup ternyata masih luas setelah satu cinta selesai. Dan suatu malam, ketika langit kembali meninggi, nama itu mungkin masih terlintas, tetapi tidak lagi membuat kita ingin pulang. (*)

Tinggalkan komentar