Daerah

Kader Ansor Jatim Dapat Beasiswa ke Tianjin University, Disiapkan Menembus Ruang Global

majas Diterbitkan 21:30
Ukuran Teks:

Majas.id – PW GP Ansor Jawa Timur melepas Mohammad Zikky untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Tianjin University, Tiongkok. Zikky merupakan kader Ansor Jawa Timur yang memperoleh beasiswa melalui program ASEAN-China Young Leaders Scholarship (ACYLS).

Pelepasan Zikky dilakukan di Kantor PW GP Ansor Jawa Timur pada 1 Oktober 2026. Hadir Ketua PW GP Ansor Jawa Timur H. Musaffa Safril, Ketua Bidang Pendidikan dan Pengembangan SDM PW GP Ansor Jawa Timur Abdulloh Hamid, serta jajaran pengurus.

Zikky akan menempuh pendidikan di College of Intelligence and Computing, Program Studi Computer Science and Technology.

Bagi PW GP Ansor Jawa Timur, kesempatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pendidikan seorang kader. Keberangkatan Zikky menjadi bagian dari upaya organisasi membuka akses pendidikan internasional sekaligus memperluas jejaring kader di tingkat global.

“Kami ingin kader Ansor Jawa Timur tidak hanya kuat secara organisasi, tetapi juga kuat secara akademik dan profesional. Mereka harus punya keberanian untuk masuk ke ruang-ruang global,” ujar Musaffa.

Menurut Musaffa, perkembangan teknologi dan perubahan dunia membutuhkan kader dengan kompetensi yang semakin luas. Penguasaan teknologi, bahasa, pengetahuan global, dan kemampuan membangun jejaring internasional dinilai penting dalam menyiapkan sumber daya manusia.

“Ansor harus mampu melahirkan kader yang berakar kuat pada nilai keislaman dan kebangsaan, tetapi memiliki wawasan dan kompetensi global,” katanya.

Kesempatan studi Zikky diperoleh melalui program ACYLS dengan rekomendasi PW GP Ansor Jawa Timur serta dukungan kerja sama dengan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Surabaya.

Musaffa melihat kerja sama tersebut sebagai salah satu bentuk hubungan antarmasyarakat yang dapat dibangun melalui pendidikan. Menurut dia, interaksi mahasiswa Indonesia dengan lingkungan akademik di Tiongkok juga membuka ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman.

“Diplomasi tidak selalu harus berlangsung di ruang-ruang formal. Pendidikan juga merupakan ruang diplomasi. Ketika anak muda Indonesia belajar di Tiongkok, terjadi pertukaran pengetahuan, pengalaman, budaya, dan cara pandang,” jelasnya.

PW GP Ansor Jawa Timur berharap akses beasiswa serupa dapat diperluas sehingga lebih banyak kader memperoleh kesempatan menempuh pendidikan di luar negeri.

“Kami berharap ke depan semakin banyak kuota beasiswa yang dapat diberikan kepada kader Ansor Jawa Timur. Zikky jangan menjadi yang terakhir. Kami ingin semakin banyak kader mendapatkan kesempatan belajar di kampus-kampus terbaik di luar negeri,” tegas Musaffa.

Abdulloh Hamid mengatakan organisasi perlu berperan sebagai penghubung antara kader dan berbagai kesempatan pendidikan. Menurut dia, informasi beasiswa perlu disebarluaskan hingga tingkat bawah agar kader dapat mempersiapkan diri dan berani mengambil peluang.

“Organisasi harus menjadi jembatan antara kader dan kesempatan. Informasi beasiswa harus sampai ke bawah, kader harus disiapkan, dan mereka harus berani mengambil kesempatan,” ujarnya.

Zikky akan menjalani pendidikan di Tianjin University, salah satu perguruan tinggi bersejarah di Tiongkok yang berdiri sejak 1895.

Bagi Zikky, kesempatan tersebut menjadi amanah sekaligus tantangan untuk membawa nama baik organisasi dan Indonesia selama menempuh pendidikan di lingkungan akademik internasional.

PW GP Ansor Jawa Timur berharap pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh Zikky kelak dapat memberikan manfaat lebih luas bagi organisasi, masyarakat, dan bangsa. (*)

Tinggalkan komentar