Daerah

Lensa Madura Dorong Peningkatan Literasi melalui Ngaji Jurnalistik

majas Diterbitkan 23:58
Ukuran Teks:

Majas.id – Media online LensaMadura.com menggelar Ngaji Jurnalistik di Auditorium STIT Aqidah Usymuni Sumenep, Selasa (13/10/2026). Kegiatan tersebut mempertemukan santri, mahasiswa, dan pegiat literasi untuk mempelajari dasar jurnalistik sekaligus meningkatkan kemampuan mengolah informasi.

Komisioner Komisi Informasi (KI) Kabupaten Sumenep Ahmad Ainol Horri menjadi pemateri dalam kegiatan tersebut. Ia menjelaskan jurnalistik tidak sebatas aktivitas menulis, tetapi juga proses mengolah informasi berdasarkan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

Ahmad memaparkan sejumlah dasar jurnalistik, mulai dari pengertian berita, unsur-unsur berita, hingga cara menyusun informasi agar mudah dipahami pembaca. Ia juga menjelaskan perbedaan berita dan opini.

Menurut dia, berita harus bertumpu pada fakta yang dapat diverifikasi. Sementara opini berisi pandangan atau penilaian penulis terhadap suatu persoalan.

“Menulis itu adalah cara bagaimana kita memahami informasi, memeriksa fakta, kemudian menyampaikannya secara bertanggung jawab,” kata Ahmad.

Ia juga mendorong peserta membangun kebiasaan membaca dan menulis. Kemampuan literasi, menurut dia, penting agar masyarakat tidak mudah menerima maupun menyebarkan informasi sebelum memastikan kebenarannya.

Pemimpin Redaksi LensaMadura.com M Rifqiyadi mengatakan Ngaji Jurnalistik menjadi ruang belajar bagi generasi muda, khususnya santri dan mahasiswa, untuk memahami proses produksi informasi.

Menurut Rifqiyadi, santri dan mahasiswa memiliki peluang untuk turut menghasilkan tulisan yang edukatif serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Literasi tidak cukup hanya dengan membaca. Harus ada keberanian untuk menulis dan menyampaikan gagasan. Karena itu kami ingin membuka ruang belajar jurnalistik yang dekat dengan santri, mahasiswa, dan pegiat literasi,” ujar Rifqiyadi.

Kegiatan tersebut diikuti santri dan santriwati Pondok Pesantren Aqidah Usymuni, mahasiswa, serta pegiat literasi. Peserta mengikuti materi sekaligus berdiskusi mengenai praktik jurnalistik dan berbagai persoalan yang mereka hadapi dalam menulis.

Diskusi berlangsung interaktif dengan peserta mengajukan sejumlah pertanyaan terkait penulisan berita, pengolahan informasi, dan pentingnya memeriksa fakta sebelum sebuah informasi disampaikan kepada publik. (*)

Tinggalkan komentar