Daerah

JSI Resmi Dikukuhkan, Bupati Minta Jaga Independensi dan Kekompakan

majas Diterbitkan 19:20
Kepengurusan Jurnalis Sumenep Independen (JSI) Kabupaten Sumenep periode 2026-2029 resmi dikukuhkan di Ballroom Myze Hotel Sumenep, Jawa Timur, Selasa (15/9/2026). Foto: Istimewa
Ukuran Teks:

Majas.id – Kepengurusan Jurnalis Sumenep Independen (JSI) Kabupaten Sumenep periode 2026-2029 resmi dikukuhkan di Ballroom Myze Hotel Sumenep, Jawa Timur, Selasa (15/9/2026).

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo meminta jajaran JSI menjaga kekompakan, kepercayaan, serta kesamaan arah dalam menjalankan roda organisasi dan profesi jurnalistik.

“JSI harus kompak, saling percaya, dan percaya kepada nahkodanya. Yang tidak kalah penting, seluruh anggota harus berada dalam frekuensi yang sama,” kata Fauzi saat menghadiri pengukuhan tersebut.

Menurut dia, media memiliki posisi penting dalam pembangunan daerah karena wartawan mampu melihat berbagai persoalan dari sudut pandang yang beragam.

Namun, kata Fauzi, kemampuan tersebut perlu diwujudkan melalui karya jurnalistik yang berbobot, berimbang, dan mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat.

“Sudut pandang wartawan sangat luas. Itulah kelebihan wartawan. Karena itu, tulisan yang dibuat harus berbobot, berimbang, dan mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia meminta JSI tetap menjalankan fungsi kontrol sosial dengan berpegang pada fakta dan prinsip jurnalistik. Keberhasilan pemerintah, menurut dia, perlu diapresiasi, sementara kebijakan atau persoalan yang dinilai perlu diperbaiki dapat dikritisi secara konstruktif.

“Berikan berita edukasi kepada masyarakat. Media harus mampu menjadi sumber informasi yang mencerdaskan, sehingga kehadirannya benar-benar dirasakan manfaatnya,” katanya.

Fauzi juga berharap JSI dapat berkontribusi terhadap pembangunan Sumenep melalui pemberitaan yang berkualitas dan bertanggung jawab.

Ia mengatakan pembangunan daerah membutuhkan kolaborasi berbagai unsur dalam semangat pentahelik. Dalam konteks tersebut, media memiliki peran strategis sebagai penyampai informasi sekaligus menjalankan fungsi kontrol sosial.

“Membangun Sumenep itu sangat luas. Kita membutuhkan kolaborasi pentahelik. Media menjadi bagian penting karena karya jurnalistik dapat menjadi cermin pembangunan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua JSI Sumenep Igusty Madani mengatakan kepengurusan yang dipimpinnya berkomitmen menjalankan fungsi jurnalistik dengan mengedepankan fakta, keberimbangan, dan etika.

“Kami memegang amanah dan kepercayaan masyarakat. JSI adalah wadah independen dan beretika untuk membangun Sumenep melalui fakta, karya, dan empati,” kata Igusty.

Ia mengatakan kritik dan apresiasi terhadap pemerintah harus disampaikan berdasarkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Kalau ada keberhasilan kita harus apresiasi, kalau ada yang keliru kita kritisi. Kritik dan apresiasi harus disampaikan berdasarkan fakta agar pembangunan berjalan terbuka dan masyarakat memperoleh informasi yang benar,” ujarnya.

Prosesi pengukuhan dilakukan Dewan Penasehat JSI Ahmadineja yang ditandai dengan pembacaan ikrar dan penyerahan pataka kepada Ketua JSI Sumenep.

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), Bank BPRS Sumenep, organisasi wartawan, serta tamu undangan lainnya. (*)

Tinggalkan komentar